ACARA
IV
PENGUKURAN TOTAL ASAM
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Indonesia merupakan negara tropis
yang memiliki dataran tinggi dan rendah, sehingga Indonesia dikenal sebagai
pemasok buah tropis. Nanas merupakan buah yang dapat tumbuh dengan baik di
Indonesia. Karena pertumbuhannya yang sangat baik, hasil panen pun berlimpah,
sehingga membuat manusia untuk melakukan atau mengolahnya agar tidak rusak dan
tidak dapat merugikan para petani.
Pengolahan yang paling sering
dilakukan oleh semua kalangan yaitu pembuatan selai nanas. Selain selai, dibuat
dengan cara proses pemanasan dan ditambahkan gula sehingga terbentuk warna
kecoklatan pada selai nanas. Nanas merupakan buah-buahan yang memiliki
kandungan asam yang tinggi dibandingkan dengan buah-buahan yang lainnya. Nanas
utuh kandungan asamnya lebih tinggi dibandingkan dengan nanas yang sudah
melalui perlakuan.
Total asam pada nanas itu
berbeda-beda ketika nanas sudah melalui beberapa perlakuan seperti pemanasan,
penambahan gula bahkan dengan dilakukannya titrasi dengan larutan yang basa.
Sehingga kandungan asam pada nanas dapat berkurang karena ternetralisir dengan
adanya larutan basa tersebut. Oleh karena itu, perrlu dilakukan praktikum
pengujian total asam dengan berbagai perlakuan terhadap nanas.
Tujuan
Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini
adalah untuk mengetahui jumlah total asam pada buah-buahan.
TINJAUAN PUSTAKA
Buah merupakan salah satu hasil pertanian yang pada
umumnya digunakan sebagai bahan makanan yang mempunyai beberapa sifat kimia.
Sifat kimia buah berbeda untuk setiap jenisnya. Kandungan kimia dari buah dapat
mengalami perubahan yang tergantug dalam peranan fisiologis, derajat kematangan
dan sebagainya. Beberapa siffat kimia buah yang perlu diketahui adalah total
asam, kadar pektin, vitamin C dan pHnya. Sifat kimia buah inilah yang perlu
diketahui karena kandungan zat-zat tersebut dianggap dapat mempengaruhi sifat
fisik serta kimia secara keseluruhan sehingga dapat mempengaruhi mutu dari
buah-buahan tersebut (Muchtadi,2013).
Nanas (Ananas comocus (L.) Merr)
merrupakan salah satu jenis buah-buahan tropis yang banyak dkonsumsi masyarakat
baik karena mudah didapat dan kandungan gizi cukup tinggi. Buah nanas memiliki
kadar air yang tinggi sehingga mencapai kurang lebih 80-90% sehingga mudah
sekali mengalami perubahan fisik, kimia maupunfisiologisnya. Dari segi
kandungan gizinya, buah nanas merupakan sumber zat pengatur yaitu vitamin dan
mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh mansuia. Selain itu, nanas mengandung
citric dan malic acid yang memberi rasa manis dan asam pada buahnya (Anonim,
2014).
Selama periode pematangan kandungan asam total menurun.
Sebagai contoh adalah kandungan asam dalam nanas. Bersamaan dengan turunnya
total asm maka terjadi penurunan kandungan pati. Berlangsungnya klimaterik
nanas disertai dengan peningkatan aktivitass mitokndria pada bagian kulit dan
daging buahnya, yang juga ditandai oleh kenaikan aktivitas enzim dan piruvat
karboksilase (Trenggono, 2005).
Jenis asam banyak ditemukan pada
beberapa jenis tanaman, terutama tanaman buah-buahan. Asam-asam ini terdapat
dalam jumlah kecil dan merupakan hasil antara (intermediete) dalam metabolisme,
yaitu dalam siklus kreb (siklus asam trikarboksilat), siklus asam glioksilat,
dan siklus asam shikiamat. Rasa asam yang ada juga dapat disebabkan oleh adanya
vitamin C. Buah yang mempunyai kandungan gula tinggi biasanya juga disertai
adanya asam. Pada bah klimaterik, asam organik menurun segera setelah proses
klimaterik terjadi. Jumlah asam akan berkurang dengan meningkatnya aktivitas
metabolisme buah tersebut. Selama penyimpanan keasaman buah bervariasi
tergantung tingkat kematanggan, jenis dan suhu penympanan. Biasanya buah yang
masih muda memiliki kandungan asam yang lebih tinggi (Andrawulan, 1992).
Semakin tinggi penambahan gula maka
semakin rendah total asam pada produk. Asam yang tinggi dan adanya proses
pemanasan serta penyerapan air menyebabkan terjadinya reaksi hidrolisis oleh
asam terhadap sukrosa membentuk fruktosa dan glukosa. Reaksi tersebut
menyebabkan terjadinya penurunan kandungan total asam pada bahan pangan karena
sebagian asam digunakan untuk menghidrolisis sukrosa (Bangun, 2009).
Menurut Fachrudin (1997), penambahan sukrosa pada sari
nanas dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat keasaman buah, kandungan
sukrosa, tingkat kematangan air dan pektin yang ada. Oleh sebab itu, penambahan
sukrosa pada nanas dengan kandungan pektin rendah harus lebih sedikit
(Zulkifli, 2014).
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Waktu
dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari jum’at 22 Mei 2015
di Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan
Agroindustri Universitas Matararm.
Alat
dan Bahan Praktikum
a.
Alat-alat
Praktikum
Adapun alat-alat yng digunakan dalam praktikum ini adalah
timbangan analitik, labu ukur, erlenmeyer, gelas ukur, sendok, mangkok, corong,
kertas saring, buret, pipet tetes, pisau dan blender.
b.
Bahan-bahan
Praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini
adalah nanas utuh, selai nanas + gula 10%, selai nanas + 15%, selai nanas +
20%, aquades, indikator PP, NaOH 0,1 N.
Prosedur
Kerja
a.
Pembuatan
Selai
![]() |
|||
![]() |
b.
Uji
Total Asam
![]() |
HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
Tabel 4.1.
Hasil Pengamatan Pengukuran Total Asam
Kelompok
|
Sampel
|
Volume
NaOH 0,1 N
|
Total
Asam
|
7
|
Kontrol/Nanas
Mentah
|
3,4
ml
|
5,67
|
8
|
Selai
Nanas + gula 10%
|
1,2
ml
|
2
|
9
dan 10
|
Selai
Nanas + gula 15%
|
1
ml
|
1,6
|
11
dan 12
|
Selai
Nanas + gula 20%
|
1,3
ml
|
2,7
|
Hasil
Perhitungan
1.
Kontrol/Nanas
Utuh
Diketahui :
V = 3,4 ml
W =
15 gram
FP = 2,5 gram
N =
0,1 N
Total Asam = 

= 

= 5,67
mgeqNaOH/100gram bahan
2.
Selai
Nanas + gula 10%
Diketahui
: V =
1,2 ml
W = 15 gram
FP =
2,5 gram
N =
0,1 N
Total Asam = 

=


=
2 mgeqNaOH/100gram bahan
3.
Selai
Nanas + gula 15%
Diketahui
: V =
1 ml
W = 15 gram
FP =
2,5 gram
N =
0,1 N
Total Asam = 

=


=
1,6 mgeqNaOH/100gram bahan
4.
Selai
Nanas + gula 20%
Diketahui
: V =
1,3 ml
W = 15 gram
FP =
2,5 gram
N =
0,1 N
Total Asam =


=


=
2,7 mgeqNaOH/100gram bahan
PEMBAHASAN
Kadar asam pada buah dapat
digunakanan untuk menentukan kematangan buah. Pematangan pada buah umumnya
menyebabkan kandungan asam pada buah menjadi berkurang. Metode untuk mengetahui
total asam adalah titrasi dengan menggunakan larutan basa seperti NaOH. pH pada
sampel yang diuji akan meningkat dengan penambahan zat tersebut. Larutan
phenophthalein akan menunjukkan warna merah muda pada Ph 8,3 – 10. Penentuan
total asam titrasi juga dipengaruhi oleh berat equivalen asam. Pada komoditas
pir, aprikot, pisang, dan ceri, asam
dominannya adalah asam malat yang mempunyai berat equivalen 67. Pada buah
jeruk, lemon dan kismis, jambu biji, nanasm strawberry, delima dan mangga, asam
dominannya adalah asam sitrat yang memiliki berat equivalen 64. Anggur
mengandung asam tartarat yang memiliki berat ekuivalen 75 (Sharma dan Nautiyal,
2009).
Buah nanas (Ananas comosus) banyak
mengandung zat gizi antara lain vitamin A, kalsium, fosfor, magnesium, kalium,
natrium, dextrosaserta enzim bromelin. Selain itu, buah nanas mengandung
sejumlah asam alami buah. Asam-asam alami tersebut antara lain asam askorbat,
asam malat, asam sitrat, dan asam aspartic. Beberapa sifat asam alami pada buah
nanas memiliki manfaat bagi tubuh dan ada juga yang merugikan juka sudah
dikonsumsi terlalu banyak. Buah nanas mengandung sekitar 13% asam malat dari
keseluruhan zat asam pada nanas. Asam malat berfungsi untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh, menghaluskan dan mengencangkan kulit, menjaga kesehatan mulut,
mengurangi resiko keracunan logam berbahaya. Buah nanas memiliki kandungan asam
sitrat yang paling besar yaotu sekita 87%. Buah nanas mengandung sejumlah sistem
asam askorbat yang merupakan sumber dari vitamin C. Asam askorbat berfungsi
untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Asam ini adalah
antioksidan yang sangat efektif dan membantu tubuh dalam menyerap zat besi.
Asam aspartic merupakan salah satu jenis asam buah nanas yang bermanfaat untuk
mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, terdapat asam-asam lain yang
ada pada buah nanas dalam jumlah kecil yaitu asam isokapronik, asam akrilat,
asam n-valerianik, asam quinik, dan asam b-metiltiopropionik (Anonim, 2013)
Praktikum
ini dilakukan untuk mengetahui jumlah total asam yang terdapat pada buah nanas.
Sampel yang digunakan yaitu nanas mentah atau yang digunakan sebagai kontrol,
selai nanas + gula 10%, selai nanas + gula 15%, selai nanas + gula 20%.
Berdasarkan hasil pengamatan pada sampel kontrol atau nanas mentah diperoleh
total asam sebanyak 5,67 mgeqNaOH/100gram bahan dengan volume titrasi NaOH
sebanyak 3,4 ml. Pada sampel selai nanas + gula 10% diperoleh volume titrasi NaOH 0,1 N sebanyak
1,2 ml dan total asam sebanyak 2 mgeqNaOH/100gram bahan. Selai nanas + gula 15%
dengan volume titrasi NaOH sebanyak 1 ml sehingga diperoleh total asam sebanyak
1,6 mgeqNaOH/100gram bahan. Sedangkan pada uji total asam pada selai nanas yang
ditambahkan gula 20% diperoleh volume titrasi sebanyak 1,3 ml dengan total asam
sebanyak 2,7 mgeqNaOH/100gram bahan. Sampel yang mengandung total asam paling
banyak adalah sampel kontrol atau nanas mentah dan sampel yang memiliki total
asam paling rendah adalah sampel selai nanas + gula 15%.
Sampel selai
nanas yang ditambahkan gula memiliki total asam yang lebih sedikit dari sampel kontrol.
Hal ini disebabkan karena penambahan
gula dapat mempengaruhi nilai total asam yang terkandung pada bahan pangan tersebut.
Sampel kontrol mengandung total asam paling tinggi karena pada sampel tersebut
tidak ada penambahan gula dan perlakuan panas sehingga total asam tetap
terjaga. Berdasarkan hasil pengamatan, selai nanas + gula 20% memiliki total
asam yang lebih banyak dibandingkan dengan total asam pada selai nanas yang
ditambahkan 10% dan 15% gula. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang
menyatakan bahwa semakin banyak konsentrasi gula yang ditambahkan maka total
asam semakin berkurang. Menurut Pertiwi (2014), total asam pada buah cenderung
mengalami penurunan seiring dengan semakin besarnya proporsi sukrosa yang ditambahkan. Semakin tinggi proporsi
gula yang ditambahkan maka kehilangan air pada sel akan lebih banyak dan
menyebabkan terjadinya plasmolisis. Air yang keluar dari bahan membawa serta
keluar asam-asam organik yang terkandung dalam bahan. Perbedaan antara literatur dengan hasil
pengamatan ini dapat disebabkan karena kesalahan praktikan yang kurang teliti
saat melakukan titrasi sehingga berpengaruh terhadap nilai total asam yang
diperoleh.
Hal-hal
yang dapat mempengaruhi nilai total asam pada suatu bahan pangan antara lain
komoditas buah itu sendiri, tingkat kematangan buah, adanya penambahan gula,
dan adanya perlakuan suhu tinggi. Menurut Winarno (1980), adanya perlakuan
dengan suhu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan asam askorbat. Pada proses
pembuatan selai nanas, buah nanas tersebut dihaluskan dan dipanaskan dengan
suhu tinggi. Pemanasan pada suhu tinggi inilah yang menyebabkan total asam pada
sampel semakin berkurang. Asam yang tinggi dan adanya proses pemanasan serta
penyerapan air menyebabkan terjadinya reaksi hidrolisis oleh asam terhadap
sukrosa membentuk fruktosa dan glukosa. Reaksi tersebut menyebabkan terjadinya
penurunan kandungan total asam pada bahan karena sebagian asam digunakan untuk
menghidrolisa sukrosa (Bangun, 2009). Menurut SNI untuk selai nanas
(SNI-01-3746-1995), kadar padatan terlarut produk selai nanas adalah maksimal
61% b/b.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil pengamatan dan pembahasan, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain
:
1.
Penentuan
kadar asam pada buah dapat diketahui untuk mengetahui tingkat kematangan buah.
2.
Asam-asam
organik atau alami yang terdapat dalam buah nanas antara lain asam malat, asama
sitrat, asam askorbat, dan asam aspartic.
3.
Sampel
yang memiliki total asam paling tinggi adalah sampel kontrol atau selai nanas
mentah.
4.
Adanya
perlakuan panas dan penambahan gula menyebabkan total asam pada selai nanas
berkurang.
5.
Berdasarkan
hasil pengamatan pada sampel kontrol atau nanas mentah diperoleh total asam
sebanyak 5,67 mgeqNaOH/100gram bahan, selai nanas + gula 10% diperoleh total asam sebanyak 2
mgeqNaOH/100gram bahan. Selai nanas + gula 15% sebanyak 1,6 mgeqNaOH/100gram
bahan. Sedangkan pada uji total asam pada selai nanas yang ditambahkan gula 20%
diperoleh total asam sebanyak 2,7 mgeqNaOH/100gram bahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar