Selasa, 29 September 2015

pengenalan alat dan bahan praktikum mikrobiologi umum




 
                                                                               ACARA I
PENGENALAN ALAT-ALAT PRAKTIKUM
PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Laboratorium adalah tempat untuk melakukan kegiatan praktikum atau kegiatan penelitian. Banyak alat-alat yang terdapat dilaboratorium baik yang berbahaya maupun tidak, oleh sebab itu penting untuk mengetahui cara penggunaan, fungsi dan prinsip kerja setiap alat-alat tersebut. Pengenalan alat-alat praktikum sangat penting dilakukan untuk keselamatan kerja pada saat penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika digunakan tidak sesuai dengan prosedur. Pengenalan alat-alat laboratorium gunanya untik meminimalisirkan terjadinya kesalahan pada saat melakukan praktikum. Oleh karena itu, perlunya dilakukan praktikum ini untuk dapat mengenal dan mengetahui fungsi dari setiap alat-alat laboratorium.

Tujuan Praktikum
            Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui alat-alat apa saja yang terdapat di laboratorium mikrobiologi, cara penggunaan yang benar serta fungsi dan spesifikasi masing-masing alat tersebut.                     


TINJAUAN PUSTAKA
            Mikrobiologi adalah salah satu cabang ilmu dari biologi yang mempelajari tentang organisme yang mikroskopik yakni meliputi bakteri, virus, fungi, dan protozoa. Mikrobiologi boleh dikatakan merupakan ilmu yang masih baru. Dunia jasad renik barulah ditemukan sekitar 300 tahun yang lalu dan makna sesungguhnya mengenai mikroorganisme itu barulah dipahami sekitar 200 tahun kemudian.  Selama 40 tahun terakhir, mikrobiologi muncul sebagai bidang  biologi yang sangat berarti karena mikroorganisme digunakan oleh para peneliti dalam penelaah hampir semua gejala biologis yang utama (Fheeyra, 2009).
Setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer, spektrofotometer, dan lain-lain. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph, barograph (Moningka, 2008).
            Peralatan yang digunakan di Laboratorium mikrobiologi selain mikroskop adalah tabung reaksi, beaker glass, labu ukur, gelas ukur, cawan petri, jarum ose, oven, autoclave, lampu bunsen, alat timbangan, pH meter, inkubator, water bath (pemanas air), refigator, freezer, colony counter, hot plate, gelas benda, pipet tetes dan lain sebagainya. Peralatan yang tersebut diatas merupakan sebagian kecil dari peralatan yang terdapat di laboratorium mikrobiologi (Irianto, 2007).
            Mikroskop adalah alat yang paling khas dalam Laboratorium Mikrobiologi yang memberikan perbesaran yang membuat seseorang dapat melihat struktur organisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Mikroskop yang tersedia memungkinkan jangkauan perbesaran yang luas dari beberapa kali hingga ribuan kali. Dan autoclave merupakan peralatan strelisasi panas basah (menggunakan uap) yang biasa digunakan untuk strelisasi material-material yang diperlukan dalam proses produksi. Peralatan tersebut perlu distrelisasi agar kelak saat kontak dengan produk tidak menyebabkan kontaminasi, sebelum digunakan autoclave berfungsi dengan baik dan mampu menghasilkan yang steril (Muslim, 2011).
            Analisis tidak boleh dilakukan dengan alat yang tidak bersih atau tidak steril. Permukaan yang tampaknya tidak ada kotoran, sering atau masih tercemari oleh lapisan tipis, tak tampak yang berminyak. Bila air yang dituangkan dalam suatu wadah yang tercemar, air tidak terbuang secara seragam dari permukaan kaca, tetapi menyisakan tetesan yang kecil, yang merepotkan atau kadang-kadang sulit dipulihkan. Alat kaca yang bisa dimasuki sikat seperti beker erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau deterjen. Setelah dibersihkan, alat itu hendaknya dibilas dengan sedikit air suling dan akhirnya mengering sendiri (Sumanti, 2008).


PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat Praktikum
            Praktikum dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Oktoberr 2014 di Laboratorium Mikrobiologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan Dan Agroindustri Universitas Mataram.

Alat dan Bahan Praktikum
a.       Alat-alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah erlenmeyer, cawan petri, tabung reaksi, drigalski, gelas ukur, pipet tetes, penjepit tabung, corong, batang pengaduk, jarum ose, jarum ent, jarum preparat, labu ukur, mikroskop elektron, laminar flow, autoclave, vortex, water bath, timbangan analitik, colony counter, hot plate, lampu bunsen, stomacher, pH meter, shaking incubator, incubator, pipet mikro.
b.      Bahan-bahan Praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Potato Dextrose Agar (PDA), Plate Count Agar (PCA), Nutrient Agar (NA), Violet Red Blue Agar (VRBA), Buffer Phosphate, Tauge Cair (TC), Lactose Broth (LB), Eosin Methulene Blue Agar (EMBA).

Prosedur Kerja
1.    Diamati alat-alat yang terdapat di Laboratorium Mikrobiologi.
2.    Digambar bentuk alat-alat tersebut.
3.    Dicatat kegunaan atau fungsi dari masing-masing alat tersebut.
HASIL PENGAMATAN
Tabel 1.1.Hasil Pengamatan Alat-alat Praktikum.
No.
NAMA
GAMBAR
FUNGSI
a.    Glassware
1
Erlemenyer


Untuk menampung larutan bahan atau cairan dan tempat untuk meracik bahan.
2
Cawan Petri


Tempat untuk membiakkan mikroorganisme dan menyimpan kultur media.
3
Tabung Reaksi


Tempat untuk melakukan pengenceran dan meletakkan media cair.
4
Drigalski

Untuk mengaduk biakan bakteri yang terdapat diwadah pembiakan.
5
Gelas Ukur


Untuk mengukur volume cairan.
6
Pipet Tetes


Untuk mengambil dan memindahkan larutan yang dikeluarkan tetes pertetes.
7
Corong


Untuk membantu memindahkan larutan dari satu wadah ke wadah lain dan sebagai tempat kertas saring ketika menyaring.
8
Batang Pengaduk


Untuk mengaduk larutan agar tetap homogen atau agar zat padat cepat larut.
9
Jarum Ose
 


Dibuat dari kawat chrom untuk mengambil koloni mikroba dalam bentuk suspensi dan padat.
10
Jarum Ent


Untuk mengambil koloni mikroba dalam bentuk padatan.
11
Jarum Preparat


Untuk menispiskan dan melepaskan gumpalan-gumpalan objek diatas gelas.
12
Labu Ukur


Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan dengan keakurasian yang tinggi.
13
Gelas Preparat
Untuk meletakkan objek yang akan dilihat di bawah mikroskop.
14
Gelas Penutup
Untuk menutup objek yang telah diletakkan di atas gelas preparat dan untuk memperkecil kemungkinan timbul gelembung.
b.    Non-Glasware
13
Mikroskop
Untuk melihat objek atau organisme yang berukuran sangat kecil.
1.  Lensa Okuler : memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif
2.  Resolusi : memilih lensa yang akan digunakan
3.  Lensa Objektif: menentukan bayangan objek serta memperbesar benda
4.  Lengan Mikroskop : pegangan saat membawa mikroskop.
5.  Sekrup kasar : mencari fokus bayangan objek secara lambat.
6.  Sekrup halus :memfokuskan bayangan objek secara lambat.
7.  Diafragma : mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
8.  Cermin : memantulkan cahaya ke mikroskop.
9.  Kondensor : mengumpulkan cahaya yang masuk ke mikroskop.
10.  Meja preparat : meletakkan objek yang diamati.
11.  Penjepit objek glass : menjepit preparat agar objek tidak bergeser.
14
Penjepit Tabung


Sebagai penjepit tabung reaksi pada proses pemanasan larutan.
15
Autoclave


Untuk mensterilkan suatu benda menggunakan bersuhu (121oC) dan bertekanan tinggi(14,5 Psi).
16
Vortex


Untuk mengaduk dan menghomogenkan cairan dalam tabung reaksi.
17
Waterbath


Berfungsi untuk menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk inkubasi pada analisa mikrobiologi.
18
Timbangan Analitik


Menimbang bahan yang akan digunakan dalam praktikum dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
19
Colony Counter


Untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi didalam cawan karena adanya kaca pembesar.
20
Hot Plate


Untuk melarutkan media dalam aquades, kemudian dipanaskan agar larutannya homogen.
21
Lampu Bunsen


Untuk menciptakan kondisi yang steril ketika bekerja di Laboratorium mikrobiologi.
22
Stomacher

Membilas bakteri atau organisme pada permukaan sampel.
23
pH Meter


Untuk mengukur pH suatu larutan.
24
Shaking Incubator


Untuk mengocok suatu campuran bahan kimia yang memerlukan temperatur dan kecepatan konstan, untuk maserasi dan inkubasi mikroorganisme.
25
Incubator


Untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol.
26
Pipet mikro (blue) dan blue tip
Mengambil larutan yang memiliki volume cukup kecil, berkisar antara 200-1000 mL.
27
Pipet mikro (yellow) dan yellow tip
http://202.67.224.130/pdimage/25/s_1197725_transferpet.jpg
Mengambil larutan yang memiliki volume kecil berkisar antara 10-100 mL.
28
Rak tabung reaksi
http://1.bp.blogspot.com/-p_fWgwmasbU/UIQURnpbeCI/AAAAAAAABMw/-ApFKBsrnCU/s1600/rak.jpg
Tempat penyimpanan tabung reaksi agar posisi  tabung tetap tegak.







Tabel 1.2. Hasil Pengamatan Bahan Praktikum
35
Media Eosin Methylene Blue Agar
(EMBA)
Untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus dan Salmonella.
36
Media Nutrient Agar (NA)
Untuk uji air dan produk dairy, juga digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme yang itdak selektif dalam artian mikroorganisme heterotrof.
37
Media Trypticase Soy Broth  (TSB)
Merupakan media yang diperkaya, fungsinya untuk isolasi dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.
38
Media Plate Counter Agar (PCA)
Sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi diatas permukaan. Media ini baik untuk pertumbuhan total mikroba karena didalamnya mengandung komposisi caesin enzymic hydrolisate.
39
Media Potato Dextrose Agar (PDA)
Berdasarkan konsistensinya merupakan medium padat karena mengandung agar yang memadatkan medium. Berdasarkan kegunaannya merupakan media untuk pertumbuhan jamur.
40
Medium Violet Red Blue Agar
(VRBA)
Merupakan media selektif atau penghambat, aplikasinya dalam anumerasi bakteri koliform.
42
Biofermentor
Sebagai alat fermentasi steril.
43
Medium Lactose Broth (LB)
Sebagai media untuk mendeteksi koliform-koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu dan dalam mempelajari fermentasi laktosa dan bakteri.
44
Buffer Fosfat
Berfungsi sebagai penyangga dalam mempertahankan keadaan pH.


KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, maka diperoleh beberapa kesimpulan, sebagai berikut :
1.        Masing-masing alat mempunyai kegunaan dan cara kerja yang berbeda.
2.        Untuk menggunakan alat-alat praktikum diperlukan teknik khusus dalam mengerjakannya sehingga diperlukan keterampilan dan ketelitian yang tinggi.
3.        Kesalahan dalam penggunaan alat akan sangat mempengaruhi hasil praktikum
4.        Praktikum dan pengerjaannya dilakukan secara aseptis.
5.        Medium NA, medium VRBA, medium PCA, medium LTB, medium LB, meduim TSB, medium PDA, medium EMBA, medium LB  merupakan media yang digunakan sebagai tempat pertumbuhan berbagai mikroorganisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar