Selasa, 29 September 2015

pengujian enzim




 
                                                                       ACARA V
PENGUJIAN ENZIM
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Enzim merupakan suatu molekul protein yang berperan sebagai biokatalis dan berfungsi untuk mengkatalis reaksi-reaksi metabolisme yang berlangsung pada mahluk hidup. Beberapa jenis enzim dibutuhkan untuk merombak bahan-bahan molekul organik seperti karbohidrat yang membutuhkan enzim amilase untuk memecah pati, protein yang membutuhkan enzim protease dan lemak yang membutuhkan enzim lipase. Salah satu enzim yang berada didalam tubuh organisme yaitu enzim amilase yang khususnya dapat berasal dari air liur atau saliva. Enzim ini mempunyai suhu dan kondisi optimum tertentu untuk bekerja atau bereaksi dengan baik. Enzim amilase mempunyai peran yang sangat penting untuk kelangsungan hidup organisme karena merupakan salah satu alat pencernaan pertama. Kinerja enzim amilase ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari luar maupun dari dalam tubuh suatu organisme, faktor-faktor tersebut yaitu seperti suhu, pH, dan substrat.  sehingga pengujian aktivitas enzim ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kinerja enzim. Oleh karena itu dilakukanlah praktikum Biokimia Umum ini mengenai pengujian enzim.

Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu untuk mengetahui kemampuan minimal enzim amilase air liur memecah pati persatuan waktu dan mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas dan menentukan pH optimum enzim amilase air liur.






















TINJAUAN PUSTAKA
Enzim adalah molekul protein yang berperan sebagai biokatalisator dan berfungsi untuk mengkatalis reaksi-reaksi metabolisme yang berlangsung pada mahluk hidup. Komponen makromolekul hampir semua enzim berupa proten kecuali ribozim yang tersusun dari RNA yang berfungsi sebagai katalisator. Enzim dikelompokkan berdasarkan fungsinya oleh perhimpunan ahli biokimia menjadi 6 kelompok yaitu oksidoreduktase, hidrolase, liase, transferase, ligase, dan isomerase. Oksidoreduktase berperan untuk menambah dan memutus atom H pada gugus kimia suatu molekul, kelompok transferase berperan dalam memindahkan dan menambah H2O. Transferase berguna untuk memindahkan gugus fungsional. Liase berperan untuk menambah H2O, NH3, dan CO2. pada ikatan rangkap, isomerase berperan dalam pembentukan isomer dan yang terakhir kelompok ligase yang berperan dalam penyatuan dua gugus kimia dengan bantuan energi dari ATP (Handito, 2014).
Kinerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu substrat, suhu, pH, kofaktor dan inhibitor. Pada kondisi optimum, laju reaksi enzimatik akan bertambah seiring bertambahnya konsentrasi enzim, sebaliknya laju reaksi dapat mencapai konstan bila jumlah bertambah terus sampai melewati batas kemampuan enzim. pada kondisi optimum, laju reaksi enzimatik akan bekerja secara optimum sehingga diperoleh produk yang lebih banyak (Ilmi, 2013).
Beberapa jenis enzim dibutuhukan untuk merombak karbohidrat, protein dan lemak, seperti enzim protease yang digunakan untuk merombak protein, enzim lipase yang digunakan untuk merombak lemak, dan enzim amilase yang digunakan oleh karbohidrat untuk memecah pasti. Enzim-enzim tersebut secara bersamaan dihasilkan oleh hewan dan tumbuhan. Untuk mengetahui karakteristik enzim amilase dapat diketahui melalui percobaan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase , pengaruh konsentrasi substrat serta temperatur terhadap aktivitas enzim amilase (Bahri, 2012).
Amilase merupakan salah satu enzim yang sering digunakan di dalam bidang industri. Amilase adalah enzim yang mempunyai kemampuan untuk menghidrolisis pati, amilosa dapat menghidrolisis pati untuk menghasilkan produk bervariasi seperti maltosa, dekstrim, dan terutama molekul glukosa sebagai unit terkecil. Enzim amilase dapat berasal dari berbagai sumber yaitu tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Pada mikroorganisme merupakan salah satu sumber enzim yang sangat menguntungkan karena pertumbuhannya lebih cepat dari pada hewan dan manusia (Novitasari, 2014).
Umumnya suhu kritis enzim enzim terletak antara 50°C sampai  60°C. Hal ini berpengaruh pada struktur dan kreativitas enzim yang sama optimum pada suhu dimana suhu tubuh saya mempunyai suhu optimalnya (Srajjudin, 2011).









PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Waktu Dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 25 November 2014 di Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.

Alat Dan Bahan Praktikum
a.  Alat-alat praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah enangas air, tabung reaksi, rak tabung reaksi, penjepit tabung, pipet tetes, ipet ukur, corong, pHmeter, gelas ukur, gelas beker dan stopwatch.
b.  Bahan-bahan praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu larutan amilum 1%, larutan pati 1%, larutan NaCL 1%, larutan CuSO4 1%, larutan sukrosa 1%, aquades, larutan iodin, tisu, kertas label, larutan asam sitrat 0,1 M dan saliva atau air liur.

Prosedur Kerja
a.  Penentuan Aktivitas Amilase Air Liur








 


















b. 
Disiapkan 8 tabung reaksi
7
 
Penentuan pH terhadap aktivitas enzim


 











 

















HASIL PENGAMATAN
Hasil Pengamatan
Tabel 5.1 Hasil Pengamatan Penetuan Aktivitas Enzim Amilase Air Liur
Tabung Reaksi
Warna Larutan Pada Menit Ke
Ditambahkan Iodium
0
5
10
15
20
25
30
1
Bening
Bening
Bening
Agak Keruh
Keruh
Keruh
Putih Keruh
Biru
2
Bening
Bening
Bening
Agak Keruh
Keruh
Keruh
Keruh
Biru
3
Bening
Bening
Bening
Agak Keruh
Keruh
Keruh
Keruh
Biru
4
Bening
Bening
Bening
Agak Keruh
Keruh
Keruh
Putih Keruh
Biru
5
Bening
Bening
Bening
Bening
Keruh
Keruh
Keruh
Biru
6
Bening
Bening
Bening
Agak Keruh
Keruh
Keruh
Putih Keruh
Biru
7
Bening
Bening
Bening
Agak Keruh
Keruh
Keruh
Putih Keruh
Biru
8
Bening
Bening
Bening
Agak Keruh
Keruh
Keruh
Keruh
Biru
9
Bening
Bening
Bening
Bening
Keruh
Keruh
Keruh
Biru
10
Bening
Bening
Bening
Bening
Keruh
Keruh
Keruh
Biru


Tabel 5.2 Hasil Pengamatan Ph Terhadap Aktivitas Enzim
Tabung Reaksi
Ph
Perubahan Warna Larutan Pati
1
5,0
Biru Pekat
2
5,6
Kuning
3
6,2
Kuning Bening
4
6,6
Kuning
5
6,8
Kuning Kecoklatan
6
7,0
Coklat
7
7,4
Coklat Pekat
8
8,0
Coklat

PEMBAHASAN
Enzim adalah molekul protein yang berperan sebagai biokatalisator dan berfungsi untuk mengkatalis reaksi-reaksi metabolisme yang berlangsung pada mahluk hidup. Menurut Bahri (2012) beberapa jenis enzim dibutuhkan untuk merombak karbohidrat, lemak dan protein atau molekul organik lainnya. Karbohidrat mengandung pati yang akan dipecah oleh enzim amilase. Enzim amilase salah satunya terdapat pada air liur manusia yang juga merupakan awal proses pencernaan. Kinerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti substrat, suhu, pH, kofaktor, dan inhibitor. Pada kondisi optimumnya laju reaksi akan berlangsung cepat sehingga diperoleh produk yang lebih banyak. Penelitian enzim dapat dilakukan dengan pengujian aktivitas enzim berdasarkan waktu dan mengamati pengaruh pH terhadap aktivitas enzim.
Percobaan pertama yaitu menguji aktivitas enzim amilase air liur yang dilakukan untuk mengamati dan mengetahui kemampuan minimal enzim amilase memecah pati persatuan waktu. Pada pengujian ini menggunakan suhu pemanasan sebesar 38°C. Berdasarkan hasil pengamatan pada waktu 10 menit pertama tidak terjadi perubahan warna, pada 15 menit pertama mulai terjadi sedikit perubahan warna yaitu  dari warna bening menjadi agak keruh pada beberapa tabung. Pada menit ke 20 dan 25 menit pertama terjadi perubahan warna menjadi keruh pada semua tabung reaksi, pada menit ke 30 beberapa tabung seperti tabung 1,4,6, dan 7 berwarna putih keruh sedangkan yang lainnya tetap berwarna keruh. Dan setelah ditambahkan 2 sampai 3 tetes larutan iodium semua tabung reaksi berwarna biru. Menurut Bahri (2012) menyatakan bahwa amilum dapat terhidrolisis menjadi dekstrin dan oligosakarida oleh eran enzim amilase air liur, yang mampu membuat pati terhidrolisis menjadi maltosa dan oligosakarida lain dengan menyerang glikosadat a,1,4. Amilum dan dekstrin yang molekulnya masih besar bila dicampurkan dengan iodium akan memberi warna biru, hal ini sesuai dengan hasil pengamatan pada semua tabung reaksi. Pada tabung 1,4,6, dan 7 pada menit ke 30 berwarna putih keruh kemudian saat dicampurkan dengan iodium berubah menjadi warna biru yang menunjukkan bahwa amilum terhidrolisis menjadi amilodekstrin karena amilum belum terhidrolisis sempurna oleh enzim amilase. Hal ini juga berlaku pada tabung reaksi lainnya. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan tidak sempurnanya hidrolisis amilum yaitu konsentrasi enzim berkurang setelah melalui pengenceran yang dilakukan berulang kali serta disebabkan pula oleh tahap pemanasan yang bukan pada suhu optimumnya yaitu pada 30°C akan tetapi dilakukan ada suhu 38°C, hal ini dapat mengakibatkan enzim menjadi inaktif.
Percobaan kedua yaitu untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas enzim. menurut Fauzi (2012) enzim amilase saliva atau air liur memiliki pH optimum yaitu pada pH 7, karena pada pH ini diperoleh aktivitas enzim yang tinggi. Pada umumnya, kecepatan reaksi enzimatik meningkat hingga mencapai pH optimum dan akan menurun setelah pH lebih besar dari pH optimal. Berdasarkan hasil pengamatan pada H 5 terdapat sedikit aktivitas enzim yang ditandai dengan warna biru pekat, hal ini diakibatkan karena pH yang digunakan hampir ,mendekati pH inaktif dari enzim air liur yaitu pada pH 4,0. Hal ini juga berlaku pada pH 5.6, 6.2, dan 6.6 yang menghasilkan warna kuning pudar dan menghasilkan reaksi negatif stau sedikit bereaksi. Sedangkan pada Ph  7, 7.4, dan 8.0 menghasilkan warna coklat yang menunjukkan bahwa enzim amilase pada air liur bekerja menghidrolisis pati menjadi produk yang terdiri dari glukosa dan maltosa. Ada pH ini sudah dinyatakan tidak adanya karbohidrat karena telah terhidrolisis oleh enzim amilase yang dapat dilihat dari tidak adanya warna biru kehitaman ataupun merah keunguan ketika ditambahkan larutan iodium. Kerja enzim pada pH ini memerlihatkan bahwa enzim amilase berada pada kondisi 3 dimensi yang tepat sehingga dapat mengidrolisis karbohidrat dari larutan pati dengan sangat cepat.

















KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.  Enzim merupakan molekul yang berperan sebagai katalis dan berfungsi untuk mengkatalis reaksi-reaksi metabolisme yang berlangsung pada mahluk hidup.
2.  Enzim amilase merupakan enzim yang sering digunakan dalam bidang industri yang mempunyai kemampuan untuk menghidrolisis pati pada suhu dan pH tertentu secara cepat.
3.  Kinerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pH, suhu, substrat, kofaktor, dan inhibitor.
4.  Enzim amilase akan bereaksi dengan cepat pada pH optimumnya yaitu 7, 7.8, dan 8
5.  Enzim amilase akan bereaksi dengan cepat pada suhu optimumnya yaitu 30°C.

2 komentar:

  1. terimakasih.. blog anda sangat membantu saya.
    kalau boleh saran, mungkin bisa lebih diperlengkap lagi dengan membrikan DAPUS

    BalasHapus
  2. mohon maaf lain kali mohon dapus disertakan, terimakasih

    BalasHapus